Shopping cart:
Jumlah = pcs
Keranjang
082234343656 - 085806149100
D57995C5
Customer service 1
Customer service 1

Bentuk-Bentuk Laporan Akuntansi Keuangan

Senin, Mei 25th 2015.

Adapun bentuk – bentuk laporan keuangan sebagai berikut , laporan keuangan yang lengkap meliputi neraca, laporan rugi – laba

belajar akuntansi keuangan

Laporan Keuangan

, laporan equitas serta laporan keuangan lainnya yang dapat mencerminkan hasil – hasil yang telah dicapai oleh perusahaan selama periode tertentu. Untuk lebih memahami hal tersebut perlu kiranya bagi penulis untuk membahas tentang bentuk isi serta prinsip – prinsip dari tiap macam laporan keuangan.

  1. a) Neraca

            Menurut S. Munawir (2000: 13) menyatakan neraca adalah sebagai berikut :

                 Laporan yang sistematis tentang aktiva, hutang srta modal dari suatu perusahaan pada suatu tertentu.jadi tujuan neraca adalah untuk menunjukan posisi keuangan suatu peruasahaan pada tanggal tertentu,

biasanya pada waktu dimana buku- buku ditutup dan ditentukan sisanya pada suatu akhir tahun fiscal atau tahun kalender,sehingga neraca sering disebut dengan balance sheet.

            Dari pendapat diatas, dapat dikemukakan bahwa neraca adalah laporan yang menyajikan tentang aktiva,hutang,dan modal suatu perusahaan pada saat tertentu atau periode tertentu.

            Dengan demikian neraca terdiri dari tiga bagian utama yaitu aktiva, hutang, dan modal.

1)   Aktiva

            Menurut S. Munawir (2000: 14) menyatakan aktiva adalah sebagai berikut :

            Dalam pengertian aktiva tidak terbatas pada kekayaan perusahaan yang berwujud saja, tetapi termasuk juga pengeluaran – pengeluaran yang belum dialokasikan ( deffered charges ) atau biaya yang masih harus dialokasikan pada penghasilan yang akan datang, serta aktiva yang tidak berwujud lainnya ( itengible assets ) misalnya goodwill, hak patent, hak menerbitkan dan sebagainya.

            Sedangkan menurut Ikatan Akuntansi Indonesia ( IAI ) dalam bukunya standar akuntansi keuangan ( 2002: 13 ) menyatakan bahwa aktiva adalah sumber data yang dikuasai oleh perusahaan sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi dimasa depan diharapkan akan diperoleh dari perusahaan.

            Dari pengertian diatas dapat dikemukakan bahwa aktiva adalah sumber – sumber ekonomi yang dimiliki perusahaan sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan darimana manfaat ekonomi dimasa depan diharapkan manfaatnya dimasa datang.

            Pada dasarnya aktiva dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian utama yaitu aktiva lancar dan aktiva tidak lancar :

  1. Aktiva lancar

Menurut S. Munawir (2000: 14) menyatakan aktiva lancar adalah sebagai berikut :

Uang kas dan aktiva lainnya yang dapat diharapkan untuk

dicairkan atau ditukarkan menjadi uang tunai, dijual atau dikonsumen dalam periode berikutnya ( paling lama satu tahun atau dalam perputaran kegiatan perusahaan yang normal ).

Sedangkan menurut Ikatan Akuntansi Indonesia ( IAI ) dalam bukunya standar akuntansi keuangan (2002:92) menyatakan bahwa aktiva lancar adalah aktiva yang diharapkan dapat direalisasikan dalam satu tahun atau dalam satu siklus operasi normal, perusahaan, yang mana yang lebih lama.

            Dari pengertian diatas, dapat dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan aktiva lancar adalah aktiva yang dapat dicairkan atau diuangkan dalam waktu satu tahun atau dalam siklus opersai normal.

            Yang termasuk kelompok aktiva lancar adalah :

  • kas atau uang tunai yang dapat digunakan untuk membiayai

operasi perusahaan.

  • Investasi jangka pendek ( surat –surat berharga atau

marketable securities ), adalah investasi yang sifatnya sementara ( jangka pendek ) dengan maksud untuk memanfaatkan uang kas yang untuk sementara belum dibutuhkan dalam operasi.

  • piutang weseal, adalah tagihan perusahaan kepada pihak lain

yang dinyatakan dalam suatu wesel atau perjanjian yang

diatur dalam undang – undang karena wesel pembuatanya diatur dengan undang – undang, maka wesel ini lebih mempunyai kekuatan hukum dan lebih terjamin pelunasannya, dan piutang wesel ( notes receiveable ) ini dapat diperjual belikan.

  • piutang dagang, adalah tagihan kepada pihak lain ( kepada kreditor atau langganan ) sebagai akibat adanya penjualan barang dagangan secara kredit.
  • persediaan, untuk perusahaan perdagangan yang dimaksud dengan persedian adalah semua barang – barang yang diperdagangkan yang sampai tanggal neraca masih digudang atau masih belum laku dijual. Untuk perusahaan
  • manufacturing ( yang memproduksikan barang ) maka persediaan yang dimiliki meliputi : persediaan bahan mentah, persediaan barang dalam dalam proses, dan persediaan barang jadi.
  • piutang penghasilan atau penghasilan yang masih harus diterima ,adalah penghasilan yang sudah menjadi hak perusahaan karena perusahaan telah memberikan jasa atau

12

prestasinya, tetapi belum diterima pembayarannya, sehingga merupakan tagihan.

  • pereskot atau biaya yang harus dibayar dimuka, adalah pengeluaran untuk memperoleh jasa atau prestasi dari pihak lain, tetapi pengeluaran itu belum menjadi biaya atau jasa atau prestasi pihak lain itu dinikmati oleh perusahaan pada periode ini melainkan pada periode berikutnya.
  1. Aktiva tidak lancar

Menurut S. Munawir (2000: 16) menyatakan aktiva tidak lancar adalah sebagai berikut :

Aktiva tidak lancar adalah aktiva yang mempunyai umur kegunaan relatif permanen atau jangka panjang

( mempunyai umur ekonomis lebih dari satu tahun atau tidak akan habis dalam satu kali perputaran operasi perusahaan ).

Yang termasuk aktiva lancar adalah :

  • investasi jangka panjang dapat berupa :

(a) saham dari perusahaan lain, obligasi atau pinjaman dari

perusahaan lain.

(b) aktiva tetap yang tidak ada hubungannya dengan usaha

perusahaan

(c) dalam bentuk dana – dana yang sudah mempunyai tujuan

Tertentu.

Tujuan investasi atau penanaman ini pada umumnya adalah untuk

Dapat mengadakan pengawasan terhadap kebijaksanaan atau kegiatan terhadap perusahaan lain, untuk memperoleh pendapatan yang tetap secara terus menerus, untuk membentuk suatu dana tujuan – tujuan tertentu, untuk membina hubungan baik drngan perusahaan lain, dan untuk tujuan – tujuan lainnya.

            Penyajian investasi jangka panjang ini dalam neraca adalah sebesar cost atau harga perolehan dari investasi tersebut,yang meliputi harga beli, komisi perantar, pajak, dan pengeluaran – pengeluaran lain sehubungan dengan pembelian investasi jangka panjang tersebut.

  • aktiva tetap adalah kekayaan yang dimiliki perusahaan yang

fisiknya nampak (kongkrit) dimasukan dalam aktiva tetap ini meliputi :

  1. a) tanah yang diatasnya didirikan bangunan atau digunakan

     operasi, misalnya sebagai lapangan, halaman, tempat

     parkir, dan lain sebagainya.

  1. b) bangunan baik bangunan kantor, toko, maupun bangu

untuk pabrik

  1. c) Mesin
  2. Inventaris
  3. Kendaraan atau perlengkapan alat – alat lainnya
  • Aktiva tetap tidak terwujud ( intangable fixed assets ) adalah

kekayaan perusahaan yang secara fisik tidak nampak, tetapi

merupakan suatu hak yang mempunyai nilai dan dimiliki

oleh perusahaan untuk digunakan dalam kegiatan perusahaan

termasuk dalam aktiva tetap tidak terwujud ini meliputi :

hak cipta, merek dagang, biaya pendirian ( orgaization cost ),

lisensi, goodwill,dan sebagainya.

  • Beban yang ditangguhkan ( deferred charges ),adalah

menunjukan adanya pengeluaran atau biaya yang mempunyai manfaat jangka panjang ( lebih dari satu tahun ),atau suatu pengeluaran yang akan dibebankan juga pada periode – periode berikutnya.

  • Aktiva lain – lain adalah menunjukan kekayaanya atau aktiva

perusahaan yang tidak dapat atau belum dapat dimasukan

dalam klasifikasi – klasifikasi sebelumnya, misalnya gedung

dalam proses, tanah dalam penyelesaian piutang jangka

panjang dan sebagainya.

2)   Hutang

Menurut Menurut S. Munawir (2000: 18) menyatakan bahwa

hutang adalah semua kewajiban keuangan perusahaan kepada pihak lain yang belum terpenuhi,dimana hutang ini merupakan sumber dana atau modal perusahaan yang bersal dari kreditur.

            Sedangkan menurut Ikatan Akuntansi Indonesia ( IAI ) dalam bukunya standar akuntansi keuangan (2002:17) menyatakan hutang adalah kewajiban merupakan hutang masa kini yang timbul dari peristiwa masa lalu, penyelesaianya diharapkan mengakibatkan arus kas keluar dari sumber daya perusahaan yang mengandung manfaat ekonomi.

            Dari pengertian tersebut diatas, dapat dikemukakan bahwa hutang atau kewajiban adalah hutang yang harus dipenuhi oleh perusahaan.

            Hutang atau kewajiban perusahaan dapat dibedakan kedalam hutang lancar ( hutang jangka pendek ) dan hutang jangka panjang.

(a)  Hutang lancar atau hutang jangka pendek

Menurut Menurut S. Munawir (2000: 18) menyatakan bahwa hutang lancar atau hutang jangka pendek adalah kewajiban keuangan perusahaan yang pelunasannya atau pembayarannya

akan dilakukan dalam jangka pendek ( satu tahun sejak tanggal neraca ) dengan menggunakan aktiva lancar yang dimiliki oleh perusahaan.

Sedangkan menurut Ikatan Akuntansi Indonesia ( IAI ) dalam bukunya standar akuntansi keuangan (2002:911) menyatakan bahwa kewajiban jangka pendek adalah kewajiban yang diharapkan akan dilunasi dalam waktu satu tahun atau satu siklus operasi normal perusahaan, mana yang lebih lama.

Dari pengertian diatas, dapat dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan kewajiban jangka pendek adalah hutang jangka

 pendek atau hutang lancar yang harus dilunasi dalam waktu satu tahun.

Yang termasuk hutang lancar adalah :

  • Hutang dagang, adalah hutang yang timbul karena

adanya pembelian barang dagang secara kredit

  • Hutang wesel, adalah hutang yang disertai dengan janji

tertulis ( yang diatur dengan undang – undang ) untuk

            melakukan pembayaran sejumlah tertentu pada waktu

tertentu dimasa yang akan datang

  • Hutang pajak, baik pajak untuk perusahaan yang

bersangkutan maupun pajak pendapatan karyawan yang

            belum disetorkan ke kas negara.

  • Biaya yang masih harus dibayar, adalah biaya – biaya

yang harus sudah terjadi tetapi belum dilakukan

pembayarannya.

  • Hutang jangka panjang yang segera jatuh tempo, adalah

sebagian ( seluruh ) hutng jangka panjang yang sudah

            menjadi hutang jangka pendek, karena harus segera

dilakukan pembayarannya.

  • Penghasilan yang diterima dimuka ( defered revenue )

adalah penerimaan uang untuk penjualan barang dan jasa

yang belum direalisasi.

  1. b) Hutang jangka panjang

Menurut Menurut S. Munawir (2000:19) menyatakan bahwa hutang lancar atau hutang jangka panjang adalah kewajiban keuangan yang jangka waktu pembayarannya ( jatuh tempo ) masih jangka panjang ( lebih dari satu tahun sejak tanggal neraca ).

Dari pengertian diatas, bahwa yang dimaksud hutang jangka panjang adalah hutang yang periode pengambilannya lebih dari satu tahun.

Yang termasuk hutang jangka panjang adalah :

  • hutang obligasi
  • Hutang hipotik, adalah hutang yang dijamin dengan aktiva tetap

Tertentu

  • Pinjaman jangka waktu yang lain

3)   Modal

Menurut Menurut S. Munawir (2000: 19) menyatakan Modal

sebagai berikut :

            hak atau bagian yang dimiliki oleh pemilik perusahaan yang ditunjukan dalam pos modal ( modal saham ), surflus dan laba yang

 ditahan atau kelebihan nilai aktiva yang dimiliki oleh perusahaan terhadap seluruh hutang – hutangnya.

            Sedangkan menurut ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) dalam buku standar akuntansi keuangan (2002:17), menyatakan bahwa modal atau ekuitas adalah hak residul atau aktiva perusahaan setelah dikurangi semua perusahaan.

Bentuk neraca  :

            Menurut S Munawir bentuk – bentuk neraca (2000: 20) adalah sebagai berikut

  • bentuk skronto ( account form ) dimana semua aktiva tercantum

    sebelah kiri atau debet dan hutng,serta modal tercantum sebelah

    kanan atau kredit

  • Bentuk vertical ( refort form ), dalam bentuk ini semua aktiva

    nampak dibagian atas yang selanjutnya diikuti dengan hutang

    jangka pendek, hutang jangka panjang, serta modal

  • Bentuk neraca yang disesuaikan dengan kedudukan atau posisi

    keuangan perusahaan, bentuk ini bertujuan agar kedudukan atau

    posisi keuangan yang dikehendaki nampak dengan jelas.

  1. Laporan rugi laba

Menurut Menurut S. Munawir (2000: 26) menyatakan bahwa

laporan rugi – laba  adalah suatu laporan yang sistematis tentang penghasilan biaya, rugi – laba yang diperoleh oleh suatu perusahaan selama periode tertentu.

Bentuk rugi – laba

Menurut Menurut S. Munawir (2000: 26) menyatakan bahwa

laporan rugi – laba adalah sebagai berikut :

  1. Bentuk single step, yaitu dengan menggabungkan semua penghasilan

            menjadi satu kelompok dan semua biaya dalam satu kelompok,

sehingga untuk menghitung rugi – laba bersih hanya memerlukan

satu langkah yaitu mengurangkan total biaya terhadap total

penghasilan

  1. Bentuk multiple step, dalam bentuk ini dilakukan pengelompokan

yang teliti sesuai dengan prinsip yang digunakan secara umum

  1. Laporan rugi – laba yang ditahan, laba – rugi yang timbul secara

insidential dapat diklasifikasikan tersendiri dalam laporan – laporan

 rugi – laba atau dicantumkan dalam laporan laba yang ditahan (

retained earning statement ) atau dalam laporan perubahan modal,

tergantung pada konsep yang dianut perusahaan.

  1. C. Lporan laba yang ditahan

Menurut S. Munawir (2000: 7) menyatakan bahwa laporan laba yang ditahan adalah suatu laporan yang didalamnya ditunjukan mengenai laba yang tidak dibagi awal periode ditambah ditunjukan mengenai laba yang tidak dibagi awal periode ditambah dengan laba ( dalam laporan rugi – laba ) dan dikurangi dengan deviden yang diumumkan selama periode yang bersangkutan.

Dari pendapat diatas, dapat dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan laporan laba yang ditahan adalah laporan yang terdiri dari laba yang tidak dibagi awal periode ditambah dengan laba yang terdapat dalam laporan rugi – laba dan dikurangi dengan deviden.

Laba atau rugi yang timbul secara insidential dapat diklasifikasikan tersendiri dalam laporan – lporan rugi – laba atau dicantumkan dalam laporan laba yang ditahan ( retained earning statement ) atau dalam laporan perubahan modal tergantung pada konsep yang dianut oleh perusahaan yang bersangkutan.

Kalau perusahaan mengikuti clean surflus principle atau all anclusive concept,maka semua rugi laba insidential nampak dalam laporan rugi – laba, dan dalam laporan laba yang ditahan hanya berisi :

a). Net income yang ditransfer dari laporan rugi –laba

b).Deklarasi ( pembayaran ) devident

c).Penyisihan dari laba ( appropriation of retained earning )

Kalau perusahan mengikuti non clean surplus concept atau current operating performance, maka dalam laporan rugi – laba hanya menentukan hasil dari oprasi normal periode itu, sedangkan rugi – laba yang timbul secara insidential nampak dalam laporan perubahan modal atau laporan laba yang ditahan.

download

Aplikasi Software Laundry

Rp 750.000
Detail
Order Sekarang » SMS : 082234343656 - 085806149100
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeSL-01
Nama BarangAplikasi Software Laundry
Paket StandartRp 750.000
Paket GoldRp 4.500.000
Lihat Detail »
download

Software Cuci Kendaraan

Rp 4.500.000 6.500.000
Detail
Order Sekarang » SMS : 082234343656 - 085806149100
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeQS-CM
Nama BarangSoftware Cuci Kendaraan
Paket PremiumRp 4.500.000
Paket GoldRp 8.500.000
Lihat Detail »
download

Software Money Changer

Rp 4.500.000
Detail
Order Sekarang » SMS : 082234343656 - 085806149100
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeSMC-01
Nama BarangSoftware Money Changer
Paket PremiumRp 4.500.000
Paket GoldRp 6.500.000
Lihat Detail »
download

Software Agen LPG

Rp 4.500.000 6.500.000
Detail
Order Sekarang » SMS : 082234343656 - 085806149100
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeQS-LPG
Nama BarangSoftware Agen LPG
Paket PremiumRp 4.500.000
Paket GoldRp 6.500.000
Lihat Detail »
download

Software Kasir Toko dan Grosir

Rp 4.500.000 9.500.000
Detail
Order Sekarang » SMS : 082234343656 - 085806149100
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeQS-KAS
Nama BarangSoftware Kasir Toko dan Grosir
Paket PremiumRp 4.500.000
Paket GoldRp 8.500.000
Paket Online Antar CabangRp Call Us
Lihat Detail »
download

Software Data dan SPP Siswa

Rp 8.500.000 13.000.000
Detail
Order Sekarang » SMS : 082234343656 - 085806149100
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeQDS-01
Nama BarangSoftware Data dan SPP Siswa
Paket Data SiswaRp 4.500.000
Paket Data dan SPP SiswaRp 8.500.000
Paket Data SisGu, SPP & TabsisRp 19.500.000
Paket Koperasi SekolahRp 8.500.000
Aplikasi Sistem Informasi Sekolah (Online)Rp Call Us
Lihat Detail »
download

Software Ekspedisi Cargo

Rp 4.500.000
Detail
Order Sekarang » SMS : 082234343656 - 085806149100
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeQS-eks
Nama BarangSoftware Ekspedisi Cargo
Paket UnlimitedRp Call Us
Paket Ekspedisi OnlineRp Call Us
Paket PremiumRp 5.500.000
Paket GoldRp 8.500.000
Paket Khusus Ekspedisi UdaraRp CALL US
Lihat Detail »
download

Koperasi Simpan Pinjam

Rp 6.500.000 8.500.000
Detail
Order Sekarang » SMS : 082234343656 - 085806149100
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeASP-01
Nama BarangKoperasi Simpan Pinjam
Paket PremiumRp 6.500.000
Paket GOLDRp 15.500.000
Paket Web BaseRp Call Us
Lihat Detail »

Testimoni

Isi Testimoni →
082234343656 - 085806149100

Pin BB : D57995C5

Customer service 1
Selamat Datang Di situs resmi Jasa Pembuatan Software akuntansi "Quwaesy Global Computindo". Alamat kami: Perum Canda Birawa Blok R. 24, Ds. Sukorejo, Kec. Ngasem, Kab. Kediri, Provinsi Jawa Timur. Di sini Anda bisa mendapatkan aplikasi software akuntansi sesuai keinginan dan sesuai budget Anda. Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh klien yang telah menggunakan produk kami: PM.DARUSSALAM GONTOR - NGAWI | PT. RAJAWALI NUSANTARA KARGO -JAKARTA | PT. HALMAHERA KARGO EKSPRESS-JAKARTA | PT. GOGOEXPEDISI-JAKARTA | TOKO SEPEDA NUSANTARA-KEDIRI | TOKO MAKANAN CAMILAN-YOGYAKARTA|MINI MARKET LATANSA-KEDIRI |KOPERASI USAHA TANI-LAMPUNG | CV. BERKAT MANDIRI TRANS-BANJARMASIN | D'HOUSE REFLEXOLOGY-BANJARMASIN | PT. VSN LPG -PONTIANAK | 3 PUTRI LAUNDRY- MAKASAR | PT. HININGA MOI -JAKARTA | PT. GARRAGE LOGISTIC-TANGERANG | KOANMARU ACCOUNTING-JAKARTA | PT. ROKAN BARU TRANS-CIREBON | PT. HASIL LOGISTIC-GARUT | RAPIDO LAUNDRY-BANDUNG | PT. TRIADHIPA LOGISTIC-BEKASI | PT. SMS TRANSPORT- SURABAYA | PT. NOMINAL-JAKARTA | PT. TIRTA BENING-CIAMIS | PPM. NURUSSALAM-TANGERANG | PT. PESAN DELIVERY-JAKARTA | CV. ANGKASA TANI MANDIRI-PATI